Gethok Tular
March 04, 2008
Keragaman Memperkaya Nurani
Posted by
Rumah Pelangi
Selamat siang kawan-kawan..
terasa lama sekali kita tidak saling kirim email ya..
Bagaimana kabar kawan-kawan..
Tanggal 8 - 9 Maret 2008 (Sabtu - Minggu) ada kemeriahan di kota Muntilan. Kita yakin juga bahwa inilah peristiwa terbesar abad ini..peristiwa paling akbar selama adanya RUMAH PELANGI...
mengapa tidak?
11 (sebelas) tim kesenian anak berkumpul di Dusun Kadirojo, Kelurahan Muntilan untuk bersama-sama menggelar acara yang bernama GETHOK TULAR..
Tercatat 350an anak terlibat dalam acara ini. 1 (satu) sarasehan budaya digelar:
Narasumber 1: DRS. SUSILO NUGROHO (pemeran Den Baguse Ngarso - Bangun Desa TVRI Yogyakarta)
tokoh utama SIDANG SUSILA, teater Gandrik
Narasumber 2: SUBIYANTO, (tokoh seni & sesepuh Dusun Kadirojo)
Moderator: ISMANTO (pematung Merapi, teater Gadhung Melati)
Kenapa GETHOK TULAR.
Itu berkenaan dengan hikmah dari sebuah komunikasi yang merupakan jembatan sebuah persahabatan. Dari sebuah hal yang tadinya tidak tahu menahu, dengan penukaran informasi / gethok tular, seseorang semakin
memahami hal yang lain. Ada solidaritas disana. Oh ya, GETHOK TULAR diambil dari sebuah idiom bahasa Jawa yang kurang lebih berarti MENGINFORMASIKAN ke orang lain..Ketika kita ketemu orang lain memberitahukan sesuatu, dimanapun berada..itulah gethok tular...
Kenapa memilih Kadirojo? Yuupp..karena teman-teman dari 11 tim kesenian tersebut mempercayakannya disanalah tempat kita akan mencoba menggaungkan SOLIDARITAS.. disanalah jaringan akan berkumpul, akan berbagi.. melalui KESENIAN.
Bagaimana 11 tim kesenian tersebut berkumpul?
August 01, 2007
Posted by
Rumah Pelangi
HARI ANAK.
Secara nasional pemerintah menetapkan tanggal 23 Juli sebagai hari anak. Hal tersebut tentu saja sebagai perwujudan peran dalam berkewajiban melindungi warga negaranya yang masih anak-anak. Kenapa tanggal tersebut harus diperingati? Bukankah setiap hari kita juga harus mencantumkan anak sebagai bagian dari masyarakat. Tentunya maksud penetapan tanggal tersebut adalah supaya gaung ANAK bergema ke seluruh penjuru dan selalu mengingatkan kita untuk menyayanginya tidak hanya pada hari itu saja. Kalau setiap hari ada Hari Anak yang harus diperingati, kasihan dong nanti tidak jadi hal yang istimewa lagi.
Bagaimana pula anak dalam tataran masyarakat dusun?
Posted by
Rumah Pelangi
MERTI PERTIWI yang dilaksanakan RUMAH PELANGI pada tanggal 27 Mei 2007 lalu telah berakhir tanpa halangan berarti. Sungguh suatu hal yang luar biasa ketika warga Desa Sitimulyo mempercayai kami untuk melakukan ritual di desa mereka.
Apa sich itu?? Beberapa kawan yang menanyakan apakah itu suatu bentuk untuk memperingati 1 tahun gempa DIY – Jateng?? Kami semua bersepakat TIDAAAKKK…. Gempa kok diperingati..
Pada tanggal 27 Mei 2007 di pagi yang cerah kita melakukan penelusuran pada sepanjang sisi sungai Opak, sungai yang konon satu tahun lalu merupakan sumber bencana alam. Sebuah penelusuran makna bahwa manusia akan selamanya menyusu pada alam. Tanpa adanya bencana pun alam pun kita semua seringkali mendustai kenyataan bahwa kita tergantung padanya. Kerusakan alam yang terjadi wajib kita perbaiki. MERTI PERTIWI merupakan penghormatan pada alam. MERTI PERTIWI adalah ritual pengakuan kita pada kedaulatan alam.
May 25, 2007
Posted by
Rumah Pelangi
Cermati tulisan di surat kabar jika tertulis "Pencinta Alam A telah menaklukkan 3 puncak gunung". Berita lain menyebutkan "Kapal B hilang misterius di tengah keganasan badai laut".
Bukankah itu sebuah bahasa yang menyiratkan keangkuhan kita sebagai manusia? Bagaimana bisa Pencinta Alam MENAKLUKKAN puncakgunung. Bukankah puncak gunung tersebut diam saja ketika didaki tim tersebut tanpa melakukan perlawanan? Bandingkan dengan Pemburu bergulat MENAKLUKKAN harimau.
Pada pernyataan kedua, badai di laut ya seperti itu. Berbahaya apabila kita belum dapat mencumbunya. Manusia sendiri yang sebenarnya belum mampu untuk melewati badai namun saat itu ada di sana.
Alam dibandingkan (apabila dapat) dengan manusia lebih ganas siapa sebenarnya? Manusia lah yang tidak tahu diri. Seringkali merusak alam, mengeksploitasi kekayaan yang terkandung di dalamnya untuk kepentingan kelompoknya. Namun, seringkali kita yang menyalahkan alam ketika terjadi apa-apa dengan kehidupan kita.
May 07, 2007
Posted by
Rumah Pelangi
October 20, 2006
Posted by
Rumah Pelangi
May 23, 2006
Posted by
Rumah Pelangi
PARTISIPASI
20-May
Forum Indonesia Membaca - Jakarta
500,000
PENGELUARAN
29-Apr
fotocopy
8,000
4-May
fotocopy
1,400
7-May
fotocopy
7,250
10-May
fotocopy
2,000
13-May
fotocopy
1,900
16-May
fotocopy
2,200
20-May
fotocopy
500
17-May
fotocopy & buku
2,000
7-May
fotocopy, bantalan stempel & tinta stempel
7,250
22-May
amplop
800
11-May
kertas manila
1,800
15-May
kertas karton
4,850
6-May
lem kayu
10,000
14-May
lem alteco
3,250
16-May
lem kertas
2,800
18-May
cat timbul
Rp 1750,- x 10
17,500
14-May
isi staples
1,000
20-May
pelepah pisang
5,000
20-May
pernik biji - bijian
15,000
22-May
pernik biji - bijian
32,000
20-May
krayon
Rp 1000,- x 40
40,000
14-May
2 spidol, 3 benang streng
13,000
23-May
benang
3,000
20-May
tinta spidol
Rp 4500,- x 3
13,500
17-May
bambu
Rp 7000,- x 3
21,000
14-May
gunting kecil
Rp 3000,- x 24
72,000
20-May
rautan
14,000
21-May
pelubang kertas & isi cutter
10,800
11-May
sewa komputer
5,000
7-May
konsumsi
Rp 2000,- x 30
60,000
14-May
konsumsi
Rp 2000,- x 15
30,000
21-May
konsumsi
Rp 2000,- x 10
20,000
25-May
konsumsi
Rp 1000,- x 11
11,000
Total Pengeluaran 439,800
25-May K A S 60,200
( # enam puluh ribu dua ratus rupiah # )
NB:
Pengeluaran konsumsi pada awalnya berdasarkan jumlah teman-teman Rumah Pelangi yang hadir. Pada perkembangannya hanya dibatasi pembelian konsumsi sebanyak 10 porsi dan diutamakan untuk yang datang tepat waktu serta ikut bekerja pada kegiatan GUNUNGKU RUMAHKU saat itu.
RSS Feed
Twitter